Sabtu, 21 Desember 2013

belajar dari alam

Belajar dari Alam Sebagai Sarana  Mawas Diri 
Saat sekarang banyak kita jumpai contoh-contoh media pembelajaran canggih yang didukung teknologi  serba  modern, itu semua dari segi kelebihan teknologi yang memudahkan usaha manusia akan tetapi sebenarnya itu semua adalah bukan satu –satunya kunci sukses dalam pembelajaran . Perlu diperhatikan bahwa keberhasilan yang lebih optimal tergantung ketepatan penggunaan media yang ada dengan berupaya sungguh-sungguh. l , disertai berani mencoba untuk menemukan dan belajar secara kreatif mengembangkan media yang ada. Secara alamiah bahwa  dari penciptaan alam dan isinya adalah sebagai sumber pembelajaran utama bagi kita semua. Dalam ajaran agama banyak disinggung bahwa penciptaan  alam dan silih bergantinya siang malam, adalah suatu pelajaran bagi orang yang mau memperhatikan dan mau menggunakan akal fikirnya. Dan masih beberapa sentilan yang berusaha untuk tetap berfikir dan bertindak ,
Berangkat dari situlah marilah kita sebagai insan-insan yang peduli pada generasi penerus bangsa khususnya sebagai guru kita selalu berupaya untuk mengakrabkan diri masing-masing pada lingkungan sekitar.

 Lingkungan sekitar
Kita hidup tidak dapat lepas dari lingkungan ,alangkah baiknya bila persahabat dengan alam sangat dibutuhkan , dalam arti bahwa alam seperti makluk hidup lainnya perlu perhatian dan komunikasi yang harmonis, saling menguntungkan, alam bermanfaat bagi manusia adalah imbalan yang dapat dipetik dari komunikasi tersebut dan tugas kita adalah selalu menjaga keharmonisannya. Tetap berpegang dan selalu berprinsip bahwa alam juga makluk Tuhan perlu  mendapat perhatian. Selaku insan penerus bangsa yang berbudi seharusnya kita wariskan nilai –nilai ini kepada anak cucu kita agar komunikasi tetap berjalan lancar. Bentuk komunikasi yang aktif adalah kita peduli merawat kelestarian alam dengan gemar menanam , gemar merawat kebersihan, danj mengambil manfaat dari alam tidak berlebihan.

Media
Sarana yang paling tepat dan bermanfaat melalui media alamiah, tentunya anak didik diajak langsung terjun ke alam terbuka, diperkenalkan aneka ragam tanaman, binatang dan makhluk hidup yang ada di sekitar nya. Kita dapat mengamati , secara langsung alam sekitar kita ,mulai dari lingkungan yang terkecil dari sekolah dan selanjutnya ke lingkungan yang berada di sekitarnya. Anak dilatih dan diberi contoh tentang penggunaan dan manfaat nya bagi kehidupan. Diajar bertanam, misalnya menanam jagung, bertanam sayur , ini adalah sebagai contoh kecil memperkenalkan siswa agar gemar menannam . Sehingga nantinya akan tumbuh pembiasaan pada kegiatan berikutnya, dan anak tidak melupakan lingkungannya Jangan sampai kita dinamakan negara agraris akan tetapi asing dengan kegiatan dan aktivitas sebagai negara agraris. Jangan samapi kita lupa dengan apa yang ada pada diri kita, padahal itu semua bermanfaat . dan pemberian dari yang maha kuasa, Tuhan semesta alam.

Anak didik yang harmonis


Anak adalah generasi penerus dan pelangsung kehidupan kita, anak harus memiliki bekal yang cukup agar dalam perjalanan menempuh roda kehidupan berjalan lancar, berkaitan dengan beban  mengemban nilai-nilai budi pekerti yang luhur, dan mengembangkan nilai –nilai kepemimpinan di bumi , agar kehidupan harmonis. Dengan kita memperhatikan keteraturan kehidupan di harapkan dapat menumbuhkan jiwa generasi yang terlatih dan berdaya guna  dan unggul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar