Belajar dari Alam
Sebagai Sarana Mawas Diri
Saat sekarang banyak kita jumpai contoh-contoh media
pembelajaran canggih yang didukung teknologi
serba modern, itu semua dari segi
kelebihan teknologi yang memudahkan usaha manusia akan tetapi sebenarnya itu
semua adalah bukan satu –satunya kunci sukses dalam pembelajaran . Perlu
diperhatikan bahwa keberhasilan yang lebih optimal tergantung ketepatan
penggunaan media yang ada dengan berupaya sungguh-sungguh. l , disertai berani
mencoba untuk menemukan dan belajar secara kreatif mengembangkan media yang
ada. Secara alamiah bahwa dari
penciptaan alam dan isinya adalah sebagai sumber pembelajaran utama bagi kita
semua. Dalam ajaran agama banyak disinggung bahwa penciptaan alam dan silih bergantinya siang malam,
adalah suatu pelajaran bagi orang yang mau memperhatikan dan mau menggunakan
akal fikirnya. Dan masih beberapa sentilan yang berusaha untuk tetap berfikir
dan bertindak ,
Berangkat dari situlah marilah kita sebagai insan-insan
yang peduli pada generasi penerus bangsa khususnya sebagai guru kita selalu
berupaya untuk mengakrabkan diri masing-masing pada lingkungan sekitar.
Lingkungan sekitar
Kita hidup tidak dapat lepas dari lingkungan ,alangkah
baiknya bila persahabat dengan alam sangat dibutuhkan , dalam arti bahwa alam
seperti makluk hidup lainnya perlu perhatian dan komunikasi yang harmonis, saling
menguntungkan, alam bermanfaat bagi manusia adalah imbalan yang dapat dipetik
dari komunikasi tersebut dan tugas kita adalah selalu menjaga keharmonisannya.
Tetap berpegang dan selalu berprinsip bahwa alam juga makluk Tuhan perlu mendapat perhatian. Selaku insan penerus
bangsa yang berbudi seharusnya kita wariskan nilai –nilai ini kepada anak cucu
kita agar komunikasi tetap berjalan lancar. Bentuk komunikasi yang aktif adalah
kita peduli merawat kelestarian alam dengan gemar menanam , gemar merawat
kebersihan, danj mengambil manfaat dari alam tidak berlebihan.
Media
Sarana yang paling tepat dan bermanfaat melalui media
alamiah, tentunya anak didik diajak langsung terjun ke alam terbuka,
diperkenalkan aneka ragam tanaman, binatang dan makhluk hidup yang ada di
sekitar nya. Kita dapat mengamati , secara langsung alam sekitar kita ,mulai
dari lingkungan yang terkecil dari sekolah dan selanjutnya ke lingkungan yang
berada di sekitarnya. Anak dilatih dan diberi contoh tentang penggunaan dan
manfaat nya bagi kehidupan. Diajar bertanam, misalnya menanam jagung, bertanam
sayur , ini adalah sebagai contoh kecil memperkenalkan siswa agar gemar
menannam . Sehingga nantinya akan tumbuh pembiasaan pada kegiatan berikutnya,
dan anak tidak melupakan lingkungannya Jangan sampai kita dinamakan negara
agraris akan tetapi asing dengan kegiatan dan aktivitas sebagai negara agraris.
Jangan samapi kita lupa dengan apa yang ada pada diri kita, padahal itu semua
bermanfaat . dan pemberian dari yang maha kuasa, Tuhan semesta alam.
Anak didik yang harmonis
Anak adalah generasi penerus dan pelangsung kehidupan
kita, anak harus memiliki bekal yang cukup agar dalam perjalanan menempuh roda
kehidupan berjalan lancar, berkaitan dengan beban mengemban nilai-nilai budi pekerti yang luhur,
dan mengembangkan nilai –nilai kepemimpinan di bumi , agar kehidupan harmonis.
Dengan kita memperhatikan keteraturan kehidupan di harapkan dapat menumbuhkan
jiwa generasi yang terlatih dan berdaya guna
dan unggul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar