pawai musim lulusan
Pawai musim lulus
Gerak berarak melintas arena. Beratus anak muda menggunakan
seragam berlepotan cat minyak pilok. Warna-warni yang mengumpul menjadi batikan
corak muda. Warna kuat akurat yang menembus sampai kulit badannya. Dengan dipaksa
dan ada yang suka rela semprot dan menyemprot.
Kampanye. Musim pawai dan melakukan road show mengelilingi
kota. Mengumpul untuk koordinasi bergabung dari sekolah yang lainnya. Membentuk
rentetan barisan suara dan gerak laju menuju pos yang disepakati. Komando yang
diberikan oleh pimpinan regu mengisaratkan untuk mengumpul di kawasan
alun-alun.
Arakan. Dengan dikawal konvoi mobil patroli Polisi
menggiring brigade motor aroma bunyi keras. Melolong membuat kuping berdenging
karena saking bisingnya. Nuansa pasca kampanye parpol diulang lagi pada putaran
kali ini. Intinya sebuah ungkapan yang dituangkan dalam bentuk wer-wer motor
pawai.
Luapan riang. Banyak kata yang dapat mewakili luapan rasa
suka cita dan rasa plong di benak. Yang dengan hingar bingar suara riuh dengan
motor knalpot blong. Deruan dan membuat pendengaran dan ruang jalan terpenuhi. Hingga
meluap menghabiskan area terpenuhi menjadi sesak bergerak melaju.
Kompaknya. Beriring dan berderu motor yang dikendarai
sekawanan anak muda belia. Sepintas terlihat akan nampak solid dan serempak. Dengan
mudahnya mengumpulkan massa dengan rasa senasib dan luapan senang. Seragam dan
uniform yang dikenakan bahwa itu luapan anak remaja. Akan masuk gerbang pintu
yang lebih tinggi tantangan dan lahan garapan.
Motor. Sudah lumrah sekarang alat ini sebagai media
transportasi. Memungkinkan untuk menjadi solusi mengatasi gerak ruang. Media putar
mengelilingi setiap pos yang terletak dekat sekolah. Jalur lalu lintas yang
menghubungkan tiap instansi sekolah. Saling ajak dan rekrut untuk melakukan tour
keliling jalur umum. Menyuarakan bahwa saat ini musim kelulusan dan dikemas
dalam bentuk unjuk diri.
Bunyi. Suara terdengar
yang khas dari cerobong asap motor yang diluar kebiasaan. Menggeber motor
sebagai isyarat luapan kegembiraan hati. Menjadi pertanda yang saai ini sebagai
momen tersendiri bagi anak-anak seusia SLTA. Pola warna tersendiri yang
dimunculkan dalam kenangan dan perayakan.
Vandal baju. Sasaran orek-orekan berupa coret tanda tangan
dan semprotan warna kegembiraan. Pesta cat semprot pilok yang mudah didapatkan.
Sasaran tembak sebagai media kanvas yang terpampangkan.
Pernak-pernik dunia remaja. Merupakan bentuk gejolak yang
mempunyai warna dan area tersendiri. Layak
apresiasi sebagai bentuk luapan hati yang berbunga –bunga. Sebagai bahasa tersendiri
dikancah kompleknya peradaban dunia. Mengekspos
sebagai nuansa muda penuh ledakan tekat dan semangat untuk memunculkan jati
diri. Tetap terkondisikan dengan kontrol yang terpola sehingga mengarah pada
jalur mulia. Di tangan dan langkah muda masa depan yang terbentuk dan warna
yang tertorehkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar