Selasa, 20 Mei 2014

pawai musim lulusan



Pawai musim lulus


Gerak berarak melintas arena. Beratus anak muda menggunakan seragam berlepotan cat minyak pilok. Warna-warni yang mengumpul menjadi batikan corak muda. Warna kuat akurat yang menembus sampai kulit badannya. Dengan dipaksa dan ada yang suka rela semprot dan menyemprot.

Kampanye. Musim pawai dan melakukan road show mengelilingi kota. Mengumpul untuk koordinasi bergabung dari sekolah yang lainnya. Membentuk rentetan barisan suara dan gerak laju menuju pos yang disepakati. Komando yang diberikan oleh pimpinan regu mengisaratkan untuk mengumpul di kawasan alun-alun.

Arakan. Dengan dikawal konvoi mobil patroli Polisi menggiring brigade motor aroma bunyi keras. Melolong membuat kuping berdenging karena saking bisingnya. Nuansa pasca kampanye parpol diulang lagi pada putaran kali ini. Intinya sebuah ungkapan yang dituangkan dalam bentuk wer-wer motor pawai.

Luapan riang. Banyak kata yang dapat mewakili luapan rasa suka cita dan rasa plong di benak. Yang dengan hingar bingar suara riuh dengan motor knalpot blong. Deruan dan membuat pendengaran dan ruang jalan terpenuhi. Hingga meluap menghabiskan area terpenuhi menjadi sesak bergerak melaju.

Kompaknya. Beriring dan berderu motor yang dikendarai sekawanan anak muda belia. Sepintas terlihat akan nampak solid dan serempak. Dengan mudahnya mengumpulkan massa dengan rasa senasib dan luapan senang. Seragam dan uniform yang dikenakan bahwa itu luapan anak remaja. Akan masuk gerbang pintu yang lebih tinggi tantangan dan lahan garapan.

Motor. Sudah lumrah sekarang alat ini sebagai media transportasi. Memungkinkan untuk menjadi solusi mengatasi gerak ruang. Media putar mengelilingi setiap pos yang terletak dekat sekolah. Jalur lalu lintas yang menghubungkan tiap instansi sekolah. Saling ajak dan rekrut untuk melakukan tour keliling jalur umum. Menyuarakan bahwa saat ini musim kelulusan dan dikemas dalam bentuk unjuk diri.

Bunyi. Suara  terdengar yang khas dari cerobong asap motor yang diluar kebiasaan. Menggeber motor sebagai isyarat luapan kegembiraan hati. Menjadi pertanda yang saai ini sebagai momen tersendiri bagi anak-anak seusia SLTA. Pola warna tersendiri yang dimunculkan dalam kenangan dan perayakan.

Vandal baju. Sasaran orek-orekan berupa coret tanda tangan dan semprotan warna kegembiraan. Pesta cat semprot pilok yang mudah didapatkan. Sasaran tembak sebagai media kanvas yang terpampangkan.


Pernak-pernik dunia remaja. Merupakan bentuk gejolak yang mempunyai  warna dan area tersendiri. Layak apresiasi sebagai bentuk luapan hati yang berbunga –bunga. Sebagai bahasa tersendiri  dikancah kompleknya peradaban dunia. Mengekspos sebagai nuansa muda penuh ledakan tekat dan semangat untuk memunculkan jati diri. Tetap terkondisikan dengan kontrol yang terpola sehingga mengarah pada jalur mulia. Di tangan dan langkah muda masa depan yang terbentuk dan warna yang tertorehkan.

Kamis, 08 Mei 2014

Edukasi dua langkah kaki

Edukasi  Dua Langkah Kaki
Langkah kaki kanan menuju kebaikan dan langkah kaki kiri terhapus kesalahan. Usaha perbaikan dan pemberdayaan dari sebuah isyarat kemuliaan dari sebuah nilai pendidikan. Usaha preventif agar tetap fit dan segar bugar lahir batin. Kegiatan menjadi alternatif solusi pemacahan yang handal. Langkah-langkah cerdas yang berguna bagi kelangsungan sebuah kehidupan. Semakin  menjadikan langkah tetap terkendali dan mampu menjadi pengarah dalam melangkahkan arah gerak individu.
Usaha giat agar sehat afiat dunia akhirat. Kreatifitas dengan segala kesungguhan merupakan ujud sebuah kekuatan yang tumbuh. Menjadikan semakin kuat dan meningkat dalam menentukan langkah lebih jauh. Menjadi spirit yang dimunculkan dari dalam setiap diri . Ditopang dengan kesadaran diri yang telah didasari dengan keterangan yang kuat.

Jalan kaki ke tempat ibadah. Semisal musholla atau masjid yang kita lakukan dengan niat yang ikhlas karena mencari ridlo Illahi semata. Bahwa didasari dengan tuntunan Rosululloh bahwa dalam langkah ada berbagai makna kebaikan. Langkah kanan menambah pahala dan langkah kiri penghapus dosa.
Pengulangan yang ajek dan berkualitas. Menjadi sebuah budaya yang ditumbuhkan dari langkah –langkah kecil diulangi dan dalam waktu tertentu. Terasa ada yang hilang bila ada yang tertinggalkan dari kegiatan ini. Analog gerak nafas kita yang secara ajeg dan tanpa henti sehingga tak terasa telah sekian lama berjalan.
Fenomena hidup sederhana sebagai nasehat . Mempunyai nilai yang layak diperhatikan dan menjadi petunjuk sebagai  acuan. Terjadinya berbagai hal yang terlihat unik dan sepintas terasa kurang diperhatikan keberadaannya. Jebakan ini terkadang membuat terlupakan sehingga mengundang kerugian.
Perputaran alam sebagai sumber pembelajar. Alam dengan fenomena yang tak habis dipelajari untuk pemahaman diri. Berjuta proses kehidupan menjadi  berarti dan berdaya guna. Dengan doa dan usaha lahir batin. Pergerakan alam lahir dan batin bersinergi seperti matahari dan bulan. Gerakan bersinergis memunculkan fenomena yang luar biasa dengan adanya gerak menjadikan waktu dapat terhitung. Hitungan hari dengan pergantian siang dan malam. Kehidupan  alam menjadi bersinergis dengan adanya foto sintesis.
Gerak yang terulang menjadi sebuah rotasi kehidupan. Sebuah  interaksi dari perputaran waktu yang berputar sebuah fenomena dan mengelilingi sisi kehidupan. Seperti matahari dengan planet-planetnya berputar pada porosnya. Sedemikian aktif dan selalu ajeg bergerak dengan tertipnya. Menjadi sebuah perhitungan waktu yang dijadikan penanggalan untuk menghitung lamanya kehidupan. Menentukan  permulaan dan jumlah bulan,hari dan masa yang akan dilalui dan menjadi catatan waktu.
Ketika saat di tanah suci tujuh  hari menjelang puncak haji. Pengaturan dengan  sterilkan jalan  dari angkutan  mulai radius 2 kilo meter  menuju Masjidil Haram. Dapat diakses hanya  untuk pejalan kaki. Mengalami  dan terjadi ketika sebagai tamu Alloh  ke Makkah Al Mukaromah. Sebuah kebijakan untuk menghindari macetnya gerak menuju Baitulloh. Diwajibkan berjalan  radius 2 KM menjelang hari H puncak haji telah dikosongkan dari alat transportasi. Sehingga telah menjadi area jalan kaki yang dapat dilakukan untuk menuju masjidil Haram. Dengan tujuan lalu lintas lebih tertata dan menampung jutaan jamaah menjadi teratasi.
Efek kesehatan ditinjau dari sudut  terapi fisik melalui jalan.  Menggunakan  aktifitas  pijakan kaki bergantian kanan dan kiri merupakan gerak lokomotor diri.
Sedangkan nilai edukatif dari ajaran dan kebaikan pola ini menjadi sarana pemerkuat aktivitas lahir batin. Nilai spiritualitas kebaikan dan nilai sport medecine menyangkut kesehatan fisik. Menjadi energik dengan kegiatan yang dilakukan di sini hingga di tanah air semakin fit.
Hidup dinamis merupakan sebuah anjuran. Sehingga dapat dirasakan dan disarankan untuk mengoptimalkan . disuburkan dan disebarkan untuk peningkatan taraf kehidupan yang lebih bernilai daya gunanya. Pembiasaan yang  telah dilakukan dengan teratur dan dalam waktu yang berlangsung lama. Akan dapat menjadi sebuah solusi terapi media sumber energi kehidupan yang kokoh.

Kelangsungan yang membawa keberuntungan hidup. Keaktifan diri merupakan kunci dan sebagai motor yang terus aktif sepanjang masa. Aktif menggapai dan melangkah untuk mempertajam  sinyal kehidupan yang menjadi isyarat dinamisnya kehidupan .