Sabtu, 18 Januari 2014

desain media ajar


desain  media belajarKetertarikan pada sebuah cara penyampaian materi ajar. Dapat berupa alat atau bahan yang mampu membawa angan dan fikiran peserta didik.  Bermula dari sebuah sosok jiwa seorang sumber dan fasilitator yang nyaman dan sejuk.  Tidak harus dengan modal dan kalkulasi bea yang mahal. Terkadang hanya sekedarnya saja malah menjadi daya pikat tersendiri.
Pandai dan kreatif mencermati alat pendudukung pembelajar anak didik. Seiring dengan budaya dan kultur yang berkembang akan semakin komplek warna kehidupan. Kejelian dan kemampuan mengidentifikasi dan membuat peta akan mempermudah untuk mengatasi persoalan yang ada. Begitu menyentuh ke areal lingkungan pendidikan yang berinteraksi dengan lingkungan peserta didik.

Yang ada di sekitar adalah pembelajar yang baik. Segala apa yang melingkupi dan mengitari akan menjadikan pemabaik dan media ajar. Tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang lebih luas. Apabial telah diberdayakan akan menjadi kekuatan yang besar. Digunakan untuk menjadi muatan pendidikan yang handal.
Usaha yang seharusnya dilakukan seorang guru agar tetap eksis dalam menyampaikan pembelajaran diantaranya dengan carasebagai berikut :
1.       Terus berusaha menggali  potensi intern dan ekstern diri. Berganti dan berulangnya sebuah siklus menjadi pemerhati yang layak digunakan perbaikan. Mampu menguatkan dan menjadi daya lejit mewujudkan cita-cita mulia. Terwujud dan terselenggara sebuah iklim kehidupan yang nyaman dan harmonis.
2.       Mengembangkan dalam pembelajaran nyata. Pengambilan langkah yang tepat dalam mengatasi sebuah fenomena perlu dengan kesungguhan. Diuraiukan dalam sebuah tindakan yang menitik beratkan obyek peserta didik yang terpola. Menjadikan sebuah insane yang tetap[ eksis dan layak disebar luaskan.
3.       Membaca fenomena yang ada diselaraskan sebagai media yang asyik. Manusia dan lingkupnya senantiasa layak disimak dan dijadikan obyek pemikiran yang tak pernah ada hentinya. Kejelian dan keakuratan tetap menjadi perhatian mutlak. Tak dapat ditawar agar menjadi  kultur mulia selalu berbenah dan berusaha dengan tujuan yang nyata. Sehingga diwujudkan dalam kepribadian yang luhur dan unggul.
4.       Mampu melayani dengan penuh tanggung jawab terhadap perkembangan mental dan pertumbuhan raga. Dalam diri peserta didik akan teroptimalkan dengan penanganan yang mantab. Bangunan yhang tegak dan kokoh dengan pilar mental dan raga yang terpola yang berbudi. Landasan yang menjadi tuntutan yang tak dapat dinomor duakan.
5.       Sadar berbudaya seuai dengan etika dan norma dalam kaitannya dengan pertanggung jawaban dengan Tuhan Yang Esa. Segala bentuk tiongkah dan aktivitas disandarkan pada sebuah ajaran yang bernilai sebagai tatanan penghambaan pada sang Pencipta. Sehingga prtestasi akan tidak hanya sekedar nilai sementara tetapi berpijak pada sebuah rentetan yang hakiki. Mampu dipertanggung jawabkan secara mental dan spiritual dalam membangun masyarakat luas.
Beberapa modal untuk memunculkan sebuah media yang berkualitas dalam mengantarkan anak didik yang semakin cerdas. Semoga tetap eksis dan maju terus dunia pendidikan kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar